Fulus datang ketika anjing ingin bermain

Saturday, October 14th 2017. | Peluang Usaha

Bagi sebagian orang, mempunyai hewan peliharaan mendatangkan kesenangan. Tingkah laku hewan yg lucu dan menggemaskan,  seperti anjing dan kucing,  dapat mengundang tawa dan menjadi hiburan bagi pemiliknya. Terlebih jika si hewan peliharaan cerdas, sehingga mau menuruti semua perintah yg diberikan serta menjadi sahabat untuk menghabiskan waktu santai.

Tak heran, ada hewan kesayangan yg mendapat perlakuan layaknya anak. Bukan cuma makan dan minum yg menjadi perhatian utama, perawatan hewan peliharaan juga menyita perhatian pemiliknya. Para pemilik pun rela merogoh kocek dalam untuk menyenangkan hewan-hewan peliharaan.

Dari sinilah, bisnis yg berkenaan dgn binatang peliharaan berkembang subur. Mulai  pet shop yg memiliki serangkaian fasilitas lengkap, sampai penitipan untuk hewan. Maklum, makin banyak orang yg memelihara anjing, kucing dan kelinci. Khususnya, anjing atau kucing ras yg punya keunikan, baik di model tubuh, wajah, maupun ketebalan bulu.

Berawal dari ajakan seorang teman yg merupakan penggemar anjing, Michael Alinskie memulai bisnis penginapan untuk anjing pada 2009. Dia membangun 28 kandang anjing di atas lahan seluas 3.000 meter persegi (m2). Tempat hotel anjing yg bernama St. Quenna Pet Hotel ini berada di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.  

Berbagai fasilitas terdapat dalam hotel binatang kesayangan ini. Untuk kandang anjingnya, Michael melengkapi dgn fasilitas pendingin ruangan. “Biasanya, kandang ini dipakai untuk anjing-anjing yg memiliki bulu lebat dan panjang,” jelas dia. Selain itu, terdapat pula kandang anjing tanpa pendingin ruangan, yg biasa digunakan untuk anjing berbulu pendek.

Fasilitas lain yg disediakan oleh tempat penitipan anjing milik Michael adalah tempat bermain. Dalam sehari, anjing dikeluarkan dari kandang sebanyak tiga kali. Anjing  akan dibiarkan bermain dgn anjing lainnya. Dalam aktivitas bermain ini, pelatih akan mengelompokkan anjing berdasarkan besar badannya serta tingkat agresivitasnya. “Kami juga akan memisahkan anjing berdasarkan jenis kelamin, untuk menghindari hewan menjadi berbadan dua setelah keluar dari sini,” terang Michael.

Selain sebagai tempat penitipan, pria berusia 30 tahun ini juga menyiapkan layanan untuk mandi dan grooming untuk anjing-anjing yg dititipkan. Oh ya, dia juga menyediakan fasilitas kolam renang buat anjing. “Saat ini, kolam renangnya masih dalam perbaikan karena bocor,” ujar Michael.

Dia menjelaskan, sejatinya bisnis penitipan anjing ini akan semakin menarik jika dileng-kapi pula dgn gerai penjualan makanan dan berbagai aksesori. Lantaran Michael punya kesibukan bisnis lainnya, dia pun belum sempat menambah pernak-pernik lainnya dalam usaha yg berkaitan dgn binatang peliharaan ini.

Dalam setahun, masa paling ramai bisnis ini cukup terjadi saat libur Lebaran. Bahkan, pemilik anjing harus melakukan pemesanan tempat jauh-jauh hari. Biaya penginapan pun naik sampai 50%.

Biaya penitipan anjing di St. Quenna berkisar dari Rp 80.000 sampai Rp 100.000 per hari. Meski tak seramai saat libur Lebaran, Michael mengatakan, ada saja orang yg menitipkan anjingnya pada hari-hari biasa. “Yang penting, saya masih dapat mendapatkan margin, meski tipis,” ujar Michael yg kini cukup mempekerjakan dua orang karyawan pada usaha ini. Okupansi pada hari-hari biasa berkisar 20%–30%.

Karena tertarik dgn anjing pula, Vela Sriyanti juga membuka PetGround. Bersama temannya, Jane Purnomo, Vela membuka fasilitas bermain anjing ini di Kenjeran Park, Surabaya.

Vela bilang, inisiatif datang ketika anjing orangtuanya bertambah banyak. Kebetulan, dia juga tergabung dalam komunitas penyuka anjing semenjak lima tahun terakhir. Melihat penyuka anjing makin bertambah, Vela pun mencoba terjun dalam bisnis ini, November 2014.

PetGround menyediakan berbagai fasilitas untuk menyenangkan anjing, seperti kolam untuk berenang dan mandi bola. Vela juga melengkapi arena bermain anjing ini dgn pet shop dan kafe bagi para pemilik anjing selama mereka menunggu.

Dia mematok tarif kolam renang sebesar Rp 50.000 per anjing yg ingin berenang atau mandi bola. Fasilitas kolam renang ini dibuka mulai dari jam 9.00 sampai 17.00. Sedang tarif untuk grooming anjing mulai Rp 35.000 sampai Rp 60.000. Selain membanderol tarif per layanan, Vela juga menawarkan paket bebas main, berkisar Rp 85.000–Rp 110.000. “Paket ini yg paling banyak digemari oleh pemilik anjing,” ujar dia.

Lantaran masih baru, Vela bilang, keuntungan PetGround belum besar. “Sejauh ini, baru ada sekitar 100 anjing yg datang setiap bulan,” ujar dia.

Namun dia melihat, prospek bisnis ini masih bagus, karena tren memelihara binatang peliharaan terus meningkat. Bahkan, kini, makin banyak orang suka memelihara anjing-anjing ras yg butuh perawatan. Dari bisnis ini, Vela dapat mengantongi untung 20% dari keuntungan.

Trainer penyuka hewan

Tertarik untuk menggeluti bisnis ini? Satu hal yg patut diperhatikan dalam bisnis ini, Anda haruslah seorang penyayang binatang. Seperti halnya Vela maupun Michael, yg sebelum memulai bisnis ini terlebih dahulu memiliki binatang peliharaan.

Selain itu, modal yg harus Anda siapkan juga cukup gede. Tengok saja pengalaman Michael yg merogoh kocek sampai Rp 400 juta untuk membangun sejumlah fasilitas penitipan anjingnya, lima tahun silam. “Modal itu tak termasuk investasi lahan, karena tempat yg saya pakai adalah tanah milik kakek,” cetus dia.

Sejurus Michael, Vela juga mengatakan, modal untuk membangun berbagai fasilitas di PetGround berkisar Rp 150 juta sampai Rp 200 juta. “Kalau untuk pet shop saja, sekitar Rp 50 juta,” kata Vela.

Sebaiknya, Anda memang melengkapi fasilitas untuk anjing ini dgn pet shop, sebab biasanya pemilik anjing lebih suka berbelanja di satu tempat atau mengusung konsep one stop shopping. Adanya toko yg menjual makanan dan pernak-pernik anjing lainnya juga berguna untuk mendongkrak keuntungan bisnis Anda.

Dalam usaha ini, Anda juga harus mempertimbangkan lokasi yg strategis. Karena, biasanya hewan peliharaan ini dibawa dgn menggunakan kendaraan roda empat. Ada baiknya pula, Anda memikirkan ketersediaan lahan parkir.

Kolam renang untuk anjing dapat dibangun dgn menguruk tanah atau posisi kolam berada di bawah. Namun, untuk memudahkan para pelatih, dapat saja kolam dibangun menyerupai akuarium yg diletakkan di atas meja. Jika dibangun dgn konsep ini, kaki anjing yg menari-nari di kolam pun akan terlihat. Selain itu, jenis kolam ini juga mudah dalam perawatannya.

Michael bilang, tantangan dalam bisnis ini adalah mencari sumber daya manusia sebagai trainer anjing. Sebab, pelatih ini haruslah orang-orang yg juga memiliki rasa sayang kepada binatang, berani, dan mau mengurusi binatang. “Karena keterbatasan karyawan ini, kami juga belum dapat memberi pelayanan yg bermacam-macam,” ujar Michael.

Vela pun menyebut, salah satu keunggulan PetGround adalah perlakukan yg lembut kepada anjing-anjing konsumen. “Pelanggan saya bilang, di PetGround cara pegang anjingnya berbeda. Anjing dirayu dulu, seperti perlakuan ke anak sendiri,” kata dia. Sampai sekarang ini, untuk membantu mengelola bisnisnya, Vela mempekerjakan lima orang karyawan.

Oh ya, dalam bisnis penitipan anjing, soal penyakit dan kutu merupakan salah satu perhatian utama. Sebab, jika anjing yg dititipkan pulang dalam kondisi sakit atau punya kutu, tentu akan mengundang komplain dari pemiliknya.

Karena itu, Michael memberi persyaratan anjing-anjing yg datang ke St. Quenna harus dalam kondisi sehat dan bebas dari kutu. Untuk memastikan tak adanya kutu pada anjing, para trainer tak segan untuk memberi obat tetes kutu sebelum masuk ke Quenna.

Untuk memberi jaminan ke pelanggan pula, Michael menggandeng kerjasama dgn dokter hewan. “Jadi, kalau ada anjing yg sakit setelah menginap di sini, saya akan kirimkan dokter hewan ke rumah pelanggan,” ujar dia.

Maklum, promosi yg paling efektif dalam usaha ini adalah promosi lewat mulut ke mulut. Itu sebabnya Michael benar-benar menjaga komitmennya untuk tak mengecewakan pelanggannya. “Meski saya harus mengeluarkan anggaran lebih untuk membayar jasa dokter hewan tersebut,” urai Michael.

Oh, iya, supaya hewan yg dititipkan tak bermasalah dgn makanan, dia juga meminta konsumen untuk membawa sendiri makanan yg akan diberikan ke binatang kesayangannya. “Sebab, jenis makanan banyak. Ini juga langkah untuk menghemat pengeluaran,” kata pria berkulit putih ini.

Sementara itu,  Vela menuturkan, promosi usaha ini memang lebih tangguh melalui promosi dari mulut ke mulut. Maklum, Vela tergabung dalam beberapa komunitas penggemar anjing. Selain itu, promosi dapat dilakukan lewat media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Jika ingin lebih efektif, Anda juga dapat mempromosikan bisnis seputar anjing ini melalui Google Ads, seperti yg dilakukan Michael. “Melalui Google Ads ini, saya mengeluarkan biaya sekitar Rp 3 juta per bulan,” ujar dia.

 

Lebih dekat dgn komunitas

Meski usaha ini masih menyimpan potensi bagus, tak bisa dipungkiri, para pemain baru yg akan terjun ke usaha penyediaan fasilitas pemeliharaan dan perawatan anjing harus siap menghadapi persaingan. Vela Sriyanti, owner PetGround di Surabaya, pun berpesan, agar para pemain baru tak mematok harga terlalu mahal.

Namun, jangan pula pemain baru membanting harga demi mendapatkan banyak pelanggan. Karena, bisnis ini termasuk usaha jasa, sehingga berkaitan dgn kepuasan pelanggan. Boleh jadi, banderol harga murah ini akan mengorbankan beberapa hal yg dapat mempengaruhi servis kepada pelanggan. Padahal, dalam bisnis jasa, promosi mulut ke mulut, ampuh
pengaruhnya.

Saat merintis PetGround akhir tahun lalu, Vela mengatakan memperoleh banyak kemudahan karena dia lebih dahulu tergabung dalam beberapa komunitas penggemar anjing. Sebut saja, Dog’s Day Out Indonesia (DDOI) cabang Surabaya, Love Dog Community (LDC). “Jadi, saya membangun jaringan dari komunitas-komunitas itu. Itu menjadi kekuatan sendiri bagi PetGround,” kata Vela.

Pertemanan di komunitas juga membuat dia harus menjaga dgn baik kualitas layanan yg diberikan. “Ini untuk menjaga suasana dgn teman-teman pula, biar kami nyaman dalam bekerja,” kata Vela yg juga memasang iklan di anjingkita.com untuk mengenalkan bisnisnya.

Keuntungan bergabung dgn komunitas juga dirasakan oleh Juda Adisusanto, owner Groovy Pet Shop. Hanya, Juda memilih komunitas anjing yg bukan untuk show. “Kami menyukai anjing-anjing yg telah dianggap keluarga. Kalau pun itu anjing kampung, kami juga terima,” ujar dia yg memilih menge-depankan kualitas produk dan jasa dalam pet shop-nya.

Berbagai upaya promosi memang dilakukan Judo. Dia juga memanfaatkan sosial media seperti Twitter untuk mempromosikan Groovy Pet Shop yg telah membuka sejumlah cabang di Jakarta dan Tangerang. “Kami juga bagikan majalah yg membahas tentang anjing dan kalender kepada para anggota komunitas pecinta hewan supaya keberadaan kami lebih dikenal,” terang Juda yg dalam dua tahun ke depan, berniat menambah fasilitas kolam renang anjing di sejumlah gerainya.           

 

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.