Bos baru Danamon bidik target tinggi

Sunday, June 10th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Perubahan di pucuk pimpinan Bank Danamon Indonesia menghadirkan optimisme baru. Manajemen baru bank yg dimiliki investor asal Singapura ini membidik target pertumbuhan kredit tahun ini sekitar 10%-12%. Sasaran itu jauh lebih tinggi dari pertumbuhan kredit tahun lalu yg cuma sebesar 3%. Sng Seow Wah, Direktur Utama Bank Danamon yg baru, menyatakan bakal meneruskan fokus bisnis bank selama ini.

Mantan Chief Executive Officer (CEO) Alliance Bank Malaysia Bhd itu tetap mendorong Danamon memacu kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) dan otomotif. Sng Wah menjelaskan, bisnis perbankan di Indonesia masih menawarkan peluang menarik, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Saya akan menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan pangsa pasar Danamon di industri,” kata Sng Wah, yg ditunjuk sebagai direktur utama menggantikan Henry Ho, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Bank Danamon, kemarin. Danamon Simpan Pinjam (DSP), yg menjadi senjata Danamon, tengah dikembangkan dgn tambahan fitur mobil dan kios mikro.

Muliadi Rahardja, Wakil Direktur Utama Bank Danamon, bilang, perluasan ekspansi DSP akan diperkenalkan dalam waktu dekat ini. “Peluang bisnis UKM masih sangat luas. Berdasarkan data kami, ada sekitar 56 juta lebih usaha mikro. Itu masih ditambah 60 juta kelas menengah baru,” ucapnya.

Secara total, porsi kredit sektor UKM sekitar 28% dari seluruh penyaluran pinjaman Bank Danamon. Di sisi lain, pembiayaan perdagangan atau trade finance Danamon membukukan pertumbuhan sebesar 26% pada tahun lalu dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 24,8 triliun. Adapun kredit otomotif yg disalurkan melalui anak usahanya, Adira Finance, cukup naik 3% pada 2014 menjadi Rp 49,6 triliun.

Meski begitu, Danamon akan tetap mengembangkan pembiayaan otomotif, baik roda empat dan dua. “Kami melihat permintaannya bakal lebih baik, karena harga BBM turun,” imbuh Vera Eve Lim, Direktur Keuangan Bank Danamon.

NPL berpeluang turun

Dalam risetnya, Analis Ciptadana Securities Syaiful Adrian menjelaskan, tahun 2014 menjadi tahun yg berat bagi Danamon. Laba bersih pada tahun lalu anjlok sampai 35,5% menjadi sebesar Rp 2,6 triliun. Itu merupakan periode terburuk kinerja Bank Danamon.

Alhasil, perolehan laba bank ini pada tahun lalu cuma 80% dari target Syaiful. Nah, Syaiful memperkirakan net interest margin (NIM) Bank Danamon tahun ini akan tumbuh dari 8,4% menjadi 8,6% dgn perolehan laba bersih Rp 3,73 triliun. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) gross bank ini diprediksi bakal menyusut dari 2,3% menjadi 2,2%. Namun, rasio itu masih lebih tinggi dibandingkan NPL Danamon pada awal tahun 2014 sebesar 1,9%.

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.