Kesulitan mencari tenaga kerja terampil (3)

Wednesday, October 5th 2016. | Peluang Usaha

Paulina Pungky Purnomowati sukses bisnis kue jajanan pasar dgn keuntungan ratusan juta per bulan. Kendati sukses, bukan berarti bisnisnya tak pernah menemui hambatan.

Ia mengatakan, hambatan dan kendala utama yg dihadapi adalah sulitnya mencari sumber daya manusa (SDM) terampil. Sejak mencoba membuka gerai di beberapa mal di sekitar Jakarta, Pungky bilang pelayanan harus memenuhi standar tinggi. “Nah persoalannya mencari pegawai toko dgn standar tinggi ini sangat sulit,” kata pemilik brand usaha Bekal dari Bunda ini.

Pelayanan dgn standar tinggi diperlukan karena Bekal dari Bunda fokus membidik konsumen dari kalangan menengah ke atas. Sementara brand Bekal dari Bunda masih tergolong baru. “Pelayanan harus ramah. Walau dimarahi konsumen, tapi tetap harus sabar dan ramah melayani,” katanya.

Menurut Pungky, mencari karyawan dgn kualitas seperti itu tak mudah. Pungky bilang, dgn pelayanan yg baik, konsumen akan semakin percaya sehingga nantinya kembali lagi membeli kuenya. “Kami selalu berusaha bikin konsumen happy dgn berusaha mengerti kemauan mereka dgn cara komunikasi yg baik dgn mereka,” paparnya.

Menurutnya, meningkatkan kualitas layanan itu penting karena sebelum Bekal dari Bunda lahir, telah banyak toko-toko di mal menjual berbagai macam kue tradisional. Jadi sebagai pendatang baru, ia harus dapat mencuri perhatian konsumen.

Bekal dari Bunda juga berencana mengembangkan bisnisnya bukan cukup dalam hal produksi kue. Tapi juga penataan kue di atas meja atau biasa dikenal dgn dessert table.

Ini terinspirasi dari pelanggan Bekal dari Bunda yg meminta penataan kue untuk sebuah acara. “Biasanya kalau dessert table itu semacam cup cake tapi semacam kue basah jajanan pasar, ada gemblong, gorengan, lemper, macam-macam. Tapi ternyata orang-orang bilang bagus,” kata Pungky.  

Bukan itu saja, demi memuaskan konsumen, ia juga sangat memperhatikan konsep penyajian, kemasan, dan kualitas produk. “Walaupun hampir sebagian besar kue yg dijual sama, tapi kami memproduksi beberapa kue yg berbeda” katanya.

Salah satu kue andalannya adalah pisang karamel. Pungky mengklaim, kue ini tak ada di tempat lain.Menurut Pungky, sebagai pendatang baru ia harus terus melakukan inovasi agar kue yg ditawarkan  tak terus menerus.

Makanya, ia selalu berusaha membuat produk baru setiap bulannya. Penambahan menu-menu baru juga merupakan bagian dari strategi untuk menarik perhatian pembeli.

Sementara demi menjaga kualitas produk, ia selalu memasarkan kue dalam kondisi fresh dari oven. Bila hari itu tak habis dijual, besoknya kue tersebut tak akan dijual kembali. Jadi, kue yg dibuat hari itu akan dijual di hari selanjutnya dan tak berlaku untuk hari berikutnya. Ia berharap, ke depannya Bekal dari Bunda akan menjadi rujukan masyarakat dalam memilih jajanan pasar.   

(Selesai)

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.