Harga selangit tergantung selera, minat, dan duit

Tuesday, November 24th 2015. | Peluang Usaha

Harga batu gambar atau yg kerap disebut pictorial agate milik Sam Sianata yg satu ini terbilang luar biasa. Jika berminat, Anda mesti menebusnya dgn duit bermiliar-miliar, Rp 10 miliar angka persisnya. Batu milik Sam itu bergambar kembang kantung semar dan diklaim cuma satu-satunya di dunia.

Jangan dikira enggak ada peminatnya, ya. Pada 2013 lalu, seorang kenalannya menawar batu gambar itu dgn harga Rp 2 miliar. Tapi, Sam tak bersedia melepas batunya. “Buat saya batu ini sangat indah. Jenisnya batu gambar dalam, kalau disenter cahayanya tembus,” kata Ketua Komunitas Batu Gambar Indonesia ini.

Info saja, Sam mendapatkan batu gambar itu pada 2006 silam. Ia membarter mobil Opel Blazer miliknya seharga Rp 56 juta dgn batu tersebut. Saat itu, gambarnya telah muncul  tapi gosokan batunya kurang sempurna. Setelah dipoles, kini batu ini menjadi salah satu harta Sam paling berharga.

Sebelumnya di 2012, Sam juga pernah melepas batu gambarnya senilai Rp 450 juta. Ia menukar guling batu gambar yg menyerupai singa dgn mobil Chevrolet Captiva. Dia mengatakan untung gede “Saya enggak enak sama yg beli kalau menyebutkan berapa harga batu itu saya beli sebelumnya,” ujar Sam terkekeh.

Cerita soal batu gambar berharga fantastis memang bukan kali ini saja muncul di permukaan. Batu akik bergambar Nyi Roro Kidul milik pelukis Daniel Krisna diberi banderol harga
Rp 5 miliar. Yang lebih dahsyat lagi, batu gambar menyerupai naga kepunyaan Muhammad Imam Hanafi, warga Langkat, Sumatra Utara, ditawarkan dgn harga Rp 18 miliar.

Di antara jenis batu akik yg kini banyak digandrungi, batu gambar memang yg harganya paling mahal. Selain kualitas batu, soal like and dislike serta hoki mendapatkan pembeli yg pas juga berpengaruh.

Sedang soal gambar alami yg muncul di batu memang dapat ditafsirkan sebagai apa saja, tergantung sudut pandang yg melihat. Tapi, justru di situlah letak keunikan dan nilai jual dari batu gambar. “Batu gambar merupakan karya seni alami yg unlimited value. Di dalamnya tercipta ruang imajinasi yg dapat membentuk komunikasi,” jelas Sam.

Tak cuma banderol harganya yg luar biasa, potensi kenaikan harga batu gambar sangat tinggi. Contohnya, pada 2009 lalu Sam membeli batu gambar yg dipersepsikan bergambar ikan badut, yg jika dibalik 180 derajat seperti gambar bebek. Saat itu, ia menebusnya dgn harga Rp 200.000 saja. Tapi, pertengahan 2013 lalu, Sam sukses menjual batu tersebut seharga Rp 10 juta.

Untuk jenis batu akik yg lain, kenaikan harga juga selalu terjadi. Menurut Jesse Taslim, pemilik Gem Research International Lab, selain soal kualitas, reputasi penjual juga mempengaruhi harga jual batu akik. “Pengalaman saya, harga batu tiap tahun tambah naik. Tapi, enggak dapat patok berapa pertambahannya,” kata Jesse yg juga kolektor batu akik.

Suwondo, kolektor batu akik asal Surabaya, juga percaya pada kepastian pertumbuhan harga batu akik. Tak aneh, baginya batu akik tak cuma koleksi tapi juga investasi. Contoh, batu bacan miliknya yg dia beli Rp 5 juta beberapa tahun lalu, sekarang harganya telah naik tiga kali lipat.

Belum ada standar

Secara umum, memang belum ada standar yg baku untuk menentukan harga batu akik. Menurut Thoyib, pemilik Indo Gem di lantai 1 Jakarta Gems Center (JGC), Jatinegara, Jakarta Timur, batu akik tak seperti batu mulia yg memiliki patokan harga dalam satuan berat. Oleh karena itu, cara mengukur harganya lebih sulit. Pada kebanyakan kasus, batu akik dapat terjual dgn harga selangit cukup kepada kolektor yg sangat mengerti dan menyukai batu tersebut.

Kerepotan kerap muncul kala harus berhadapan dgn calon pembeli yg masih awam. Sesaat sebelum berbincang dgn Tabloid KONTAN, Thoyib tengah melayani tiga pengunjung asal Beijing, China. Pengunjung ini meminati batu kalimaya seukuran ujung telunjuk balita yg dibanderol dgn harga Rp 1,5 juta.

Namun, transaksi tak berujung sepakat sebab Thoyib enggan melepas batu miliknya itu yg ditawar di bawah Rp 1,3 juta. “Kalau pembelinya enggak ngerti, memang susah dengar harga segitu,” ujarnya.

Meski begitu, secara umum ada beberapa alat ukur yg biasa diterapkan penjual dan pembeli batu akik untuk menentukan harga. Alat ukur itu: warna, kejernihan warna, kebersihan batu, kehalusan hasil potongan, dan keaslian.

Bagi yg telah lama menggeluti hobi batu akik, keaslian sebuah batu cukup diketahui dgn melihatnya dgn mata telanjang. Tapi, untuk orang awam dapat membawa batu tersebut ke laboratorium untuk diuji secara kimia.

Tingkat kekerasan batu, kata Elan Biantoro, kolektor akik, juga berpengaruh terhadap harga. Tingkat kekerasan di atas 7 Mohs dapat dianggap sebagai batu yg bagus. Jika skalanya di bawah 7 Mohs, batu tersebut mudah pecah jika terbentur. “Semakin keras dan warnanya bagus semakin mahal harganya,” ujar Vice President Management Representative Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di ConocoPhillips Indonesia ini.

Selain hal-hal tadi, harga batu akik juga dipengaruhi oleh faktor di luar nalar. Bagi sebagian kalangan, ada unsur kepercayaan dapat membuat mereka rela merogoh kocek lebih dalam. “Batu bacan dapat mahal karena selain termasuk jenis metamorfik (dapat berubah warna) juga punya khasiat kesehatan seperti yg diyakini pada batu giok,” kata Thoyib.

Tak cukup itu, isu-isu yg tak jelas kebenaran dan asal beritanya kadang juga muncul untuk mengerek harga akik. Contoh paling kentara, ketika pasar akik merespon isu larangan perdagangan batu bacan ke luar Maluku dgn mengerek harga jualnya. Oleh para pembeli, batu asal Pulau Bacan di Halmahera tersebut pun kian diburu sebab diyakini telah langka. “Padahal, batunya masih banyak berseliweran di lapak-lapak online seperti Facebook,” tutur Thoyib

Sementara, untuk batu yg masih berbentuk bongkahan, secara umum harganya juga ditentukan oleh kualitas. Makin jernih dan minim cacat, maka harganya makin mahal. Juga dilihat ada kotorannya atau tak. “Kalau kami bilang, masih ada lemaknya atau tak. Lemak itu warnanya putih karena ada kandungan kapur,” ujar Helmy P. Hakim, pedagang batu asal Aceh yg berjualan lewat situs jual beli OLX dan Facebook.

Dari situ, dapat ditaksir berapa bijih batu yg dapat dihasilkan dari bongkahan tersebut. Nah, setelah dibandingkan dgn harga pasaran batu yg telah jadi, barulah harga bongkahan batu itu dapat ditaksir.

Faktor penentu harga berikutnya adalah ketersediaan batu tersebut di alam. Ambil contoh, batu bio solar cola asal Aceh. Disebut cola karena warnanya seperti minuman bersoda Coca Cola. Barangnya kini susah ditemukan tapi peminatnya makin banyak. “Bongkahan kecil yg cuma dapat jadi satu dua cincin harganya dapat Rp 10 juta. Kalau telah jadi, harganya tak kurang dari Rp 15 juta per batu ukuran jumbo,” kata Helmy.

Anda telah punya akik?    

Laporan Utama
Kontan No. 22-XIX, 2015

Search terms:

es kristal klaten, es batu kristal klaten, agen es kristal klaten, es polar klaten, pabrik es kristal klaten, alamat pabrik es kristal polar klaten, jual es batu klaten, es kristal di klaten, es batu crystal klaten, spanduk toko sembako,

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.