Sukses menikmatinya manisnya bisnis kue pasar (1)

Wednesday, April 4th 2018. | Peluang Usaha

Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas makanan ringan sejenis kue. Berbagai macam jenis kue tradisional tersebut sering ditemukan hampir di setiap pasar tradisional. Tak heran bila kue tradisional itu disebut jajanan pasar.

Ada banyak jenis kue jajanan pasar yg populer di masyarakat. Di antaranya kue cucur, lumpur, soes, bolu kukus, gemblong, klepon, dan masih banyak lagi. Hingga sekarang ini, aneka kue tradisional itu masih banyak peminatnya.

Peluang usaha inilah yg ditangkap oleh Paulina Pungky Purnomowati. Sudah hampir setahun ini ia bersama saudaranya, Marina Oceanty memulai bisnis jajanan pasar dgn membuka gerai di beberapa mal. Yakni, Mal Kota Kasablanca, Mal Pacific Place, dan Gedung Sampoerna Strategic Square.

Pungky membuka gerai di mal yg dekat wilayah perkantoran karena sengaja membidik segmen konsumen dari masyarakat kalangan menengah atas. Menurutnya, banyak masyarakat menengah atas yg suka kue tradisional. “Namun mereka kesulitan menemukan kue dgn kualitas bagus dan rasa yg enak,” katanya kepada KONTAN.

Walaupun segmen kelas atas, harga kue-kue yg dijual cukup terjangkau, mulai dari Rp 5.000–Rp 8.000 per buah. Di tengah maraknya gaya hidup sehat, Pungky yakin jajanan pasar tetap diminati masyarakat Indonesia. “Walaupun jajanan pasar ini identik manis-manis dan gorengan, tetap saja selalu saja dicari dan diminati,” ujarnya.

Di bawah bendera Bekal dari Bunda, Pungky pun berusaha memenuhi selera konsumen kalangan atas. Makanya ia sangat memperhatikan kemasan dan pelayanan. Untuk jenis kue yg dijual, juga dibuat sebanyak mungkin. Dengan begitu konsumen memiliki banyak pilihan. Total ada sekitar 30 jenis kue tradisional bikinannya.

Antara lain pisang caramel, kue cucur, kue lumpur, talam singkong, ongol-ongol, klepon, risol, lemper ayam, dan masih banyak lagi. Adapun kue andalannya adalah pisang caramel dan pisang oreo.

Awalnya, pungky memproduksi semua jenis kuenya sendiri dgn dibantu tiga orang anggota keluarganya. Yakni, ibu dan dua sepupunya, serta satu orang asisten rumah tangga. Namun, semenjak membuka gerai di mal dan orderan semakin banyak, Pungky memutuskan untuk menggandeng empat home industry untuk membantu memasok kue yg dipasarkannya.

Dengan dibantu empat home industry kue basah itu, Pungky dapat menyediakan sekitar 2.000 kue dalam sehari. Angka penjualannya pun sebanding dgn jumlah produksi. Pungky mengatakan, dapat meraup keuntungan sampai Rp 200 juta per bulan.

Selain menjual kue di mal, Pungky juga melayani orderan. Mayoritas pelanggannya adalah pekerja kantoran yg membeli kue untuk keperluan rapat maupun acara kantor.
Mereka mengatakan tertarik membeli kue tradisional Bekal dari Bunda karena rasanya yg enak dan kemasannya yg menarik dan berbeda dari yg lain.

“Setiap hari, itu kan ada rapat. Jadi kalau mau dadakan dapat pesan yg telah ready di mal,” ujar wanita yg lahir 35 tahun silam.            

(Bersambung)

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.