Mandiri targetkan penjualan sukuk ritel Rp 1,2 T

Friday, March 9th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Menyambut masa penawaran Sukuk Negara Rite seri 007 (SR007), para agen penjual tampak optimistis. Salah satunya PT Bank Mandiri Tbk. Bank milik pemerintah ini menargetkan penjualan SR-007 senilai Rp 1,24 triliun. 

“Sukuk ritel 007 telah dapat dibeli di seluruh kantor cabang Bank Mandiri mulai Senin, 23 Februari 2015,” terang Rohan Hafas, Corporate Secretary Bank Mandiri. Jika tak ada aral melintang, masa penawaran surat utang halal ini akan berlangsung dua pekan penuh atau sampai Jumat, 6 Maret 2015 mendatang. 

Sasaran Mandiri ini cukup terpaut sedikit dari bank lokal lain di kelasnya. Sebut saja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yg menetapkan target penjualan Rp 1,3 triliun dalam penerbitan sukuk ritel kali ini. Namun, ada pula agen lain yg memasang target jauh lebih tinggi  dibanding Mandiri. Misalnya, ANZ Indonesia yg mematok target penjualan sampai Rp 7 triliun.

Total jenderal, dalam penerbitan sukuk halal eceran kali ini, pemerintah menargetkan dapat meraup anggaran masyarakat Rp 20 triliun. Konon, permintaan dari para agen telah 45% lebih tinggi (oversubscribed) dari target pemerintah. Dengan kata lain, permintaan dari para agen mencapai sekitar Rp 29 triliun. 

Imbalan bersih 7%

Tertarik membiakkan fulus di instrumen halal ini? Siapkan anggaran Anda dan datangi 22 agen resmi yg menjadi penjaja surat utang pemerintah ini. Agen penjual terdiri dari 17 bank dan 5 perusahaan efek. Di antaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Muamalat Indonesia Tb, dan PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk.

Sukuk ini dapat dibeli dalam jumlah minimal Rp 5 juta dan maksimal Rp 5 miliar. Adapun jangka waktu jatuh tempo surat utang ini adalah tiga tahun. 

Imbal hasilnya? Anda dapat memperoleh imbal hasil setara 8,25% per tahun yg akan dibayarkan secara bulanan. Tapi, harap dicatat, imbalan tersebut akan terkena Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 15%. Jadi, imbal hasil bersih yg akan Anda peroleh adalah sekitar 7,01%. Lumayan menarik jika dibandingkan kembang deposito yg cukup memberikan kembang bersih rata-rata sekitar 5,6% (setelah dipotong PPh final 20%).

  

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.