Sepekan Peluang Usaha: Dari kue sampai bantal

Wednesday, June 13th 2018. | Peluang Usaha

Gong xi fa cai. Selamat datang di tahun Kambing Kayu bagi yg merayakan.  Di libur akhir pekan dan masih dalam suasana Imlek yuk kita nikmati hidangan yg terdapat. Tentu saja sambil makan kita dapat cerita-cerita sedikit. Mari.

Eh, ada kue keranjang. Silakan dicicip. Kenapa disebut kue keranjang? Karena dikemas dalam keranjang. Kalau dalam kardus, ya, kue kardus, he he he… Sudah ya jangan becanda. Kue keranjang sebenarnya sejenis dodol, makanya ada yg menyebutnya juga  dodol cina.

Kue keranjang awalnya adalah sogokan terhadap Dewa Dapur agar membawa laporan yg menyenangkan kepada raja Surga. Bentuk si kue yg bulat bermakna agar keluarga yg merayakan Imlek bisa terus menghadapi tahun yg akan datang.

Ngomong-ngomong, kue keranjang yg kita nikmati adalah kue keranjang Ny. Lauw. Itu lo toko dan pembuat kue keranjang di Kampung Sinargalih, Neglasari, Tangerang.  Menjelang Imlek orderan yg datang sangat banyak, kata Reni, pemilik toko Ny. Lauw. Konsumen yg ingin membeli kue keranjang harus memesan dua bulan sebelum pengambilan barang. Imlek memang membuat Reni sumringah. Pasalnya, ada peningkatan keuntungan yg siginifikan. Omzet Imlek tahun ini diperkirakan Rp 50 juta.

Imlek tak cukup membawa berkah bagi pembuat kue keranjang, tapi juga bagi pembuat lampion. Tanya saja Agus Neo, eh, dia malah senyum. Pasti ada sesuatu yg menyenangkan. Iyalah, keuntungan lampionnya pada Imlek ini mencapai Rp 400 juta.    Omzet sebesar itu meningkat sekitar tiga kali lipat dari biasanya.

Tapi, kenapa lampion warnanya merah ya? Waduh, tanya melulu. No, problem, jawabannya telah ada. Sebelum mendengar jawabannya, kita sikat dulu sosis dan pizza yg terhidang. Hap, kita ambil dulu sosisnya yg bermerek Sosis Gemeess. Usaha ini didirikan Delfia Fontana di Cinere, Jakarta Selatan, Agustus 2014. Bagaimana telah merasakan si sosis? Enak dan merasa menguntungkan untuk berinvestasi. Delfia menyodorkan paket kemitraan dalam  paket A senilai Rp 4,4 juta dan paket S seharga Rp 3,4 juta.  Dalam kemitraan ini mitra dapat cepat balik modal karena kerjasama ini tak memungut franchise fee dan royalty fee.  Menurut Delfia mitra bias balik modal dalam waktu dua bulan. Tertarik?

Sekarang kita gasak pizza yg diberi merek Dezzo Pizza. Adalah Arif Sundoro yg membesut usaha ini pada  2010 di Sleman, Yogyakarta.  Pada  2013 mantan koki kapal pesiar ini mulai membuka kemitraan. Berminat pada usaha ini Dezzo Pizza menawarkan kemitraan dgn dua model. Pertama, paket investasi seharga Rp 9 juta. Kedua, model booth dgn investasi Rp 12 juta. Dalam sehari, Dezzo Pizza diprediksi bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp 500.000 atau sekitar Rp 15 juta per bulan.

Nah, sekarang katanya mau cerita kenapa lampion warnanya merah.  Oke, ceritanya begini. Konon, setiap malam Imlek selalu keluar mahkluk yg bernama Nian. Makhluk ini amat jahat, dia akan memangsa semua yg ada di rumah, termasuk jerih payah kita selama setahun. Tapi, berkat lampion yg menyala dan berwarna merah, si Nian tak berani masuk ke rumah. Soalnya, dia takut dgn warna merah dari lampion. Selain takut dgn lampion, Nian juga takut sama  barongsai. Kok dapat?

Sudah, telah, kita temui dulu Ria Sarwono  dan Carline Darjanto. Mereka berdua  mulai usaha Cotton Ink dgn modal kecil, cuma Rp 1 juta. Waktu itu, duit sebanyak itu digunakan untuk mencetak beberapa ratus kaus Barack Obama. Tahun ini rencananya Cotton Ink akan menambah pegawai menjadi 44 orang, dari sebelumnya cukup sekitar 30 orang. Asal tahu saja, sekarang ini kontribusi penjualan dari online sekitar 70% dari total transaksi dan  offline cukup 30%. Saban hari toko online mereka dikunjungi  140.000 pengunjung.

Lain lagi dgn Andika Surachman, pemilik First Travel. Awalnya ia cukup seorang pramuniaga di sebuah minimarket. Namun kini pria yg baru berusia 29 tahun itu, sukses menjadi pengusaha travel khusus umrah. Di 2014 kemarin, ia berhasil mengantongi keuntungan US$ 20 juta dgn memberangkatkan 14.700 orang ke “tanah suci”. Di 2015 ini, telah ada 35.000 orang yg akan melakukan umrah menggunakan jasa perusahaannya.  Semoga usahanya berkah karena membantu orang beribadah.

Dari papergoods sampai bantal

Saat Imlek begini, banyak kartu ucapan beramplop  dan angpau berserakan. Jadi ingat Leony Zefanya, pemilik usaha papergoods lewat situs usaha petitprint.net di Jakarta. Biasanya  Leony memproduksi kartu undangan atau barang-barang yg berbentuk unik. Gaya desain Petitprint lebih mengusung tema feminin dgn pemilihan warna serta permainan tipografi yg apik.  
 
Adapun produk undangan buatan Leony biasannya dibanderol mulai dari Rp 25.000 per unit. Biasanya pelanggan memesan sekitar 500 unit undangan. Leony membatasi cukup melayani tiga sampai lima klien per bulan agar tetap dapat menjaga kualitas produk buatannya. Musim-musim nikah sekitar bulan Juni dan Juli serta September dan November menjadi waktu Leony kebanjiran orderan. Dari sini Leony dapat meraup keuntungan sekitar Rp 62,5 juta per bulan.

Merayakan Imlek kemarin pasti lebih gaya kalau memakai perhiasan dari intan. Nah, bicara soal intan, jadi ingat bahwa di Kalimantan Selatan ada satu wilayah yg tersohor sebagai salah satu pusat pendulangan batu mulia. Tepatnya  di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru.  Wilayah ini telah begitu tersohor sebagai salah satu pusat pendulangan batu mulia. Konon, aktivitas eksploitasi intan di daerah ini telah ada semenjak zaman kolonial.

Dulu di tahun 1965 Kampung Cempaka gempar. Pasalnya, ditemukan intan seberat 166,75 karat di Sungai Tiung. Intan ini kemudian diberi nama Trisakti oleh presiden pertama RI, Soekarno. Namun kini, ukuran batu mulia yg masih dapat diteDulumukan umumnya cukup berukuran kecil, sebesar biji jagung dgn warna merah muda. Paling-paling si penambang cuma dapat mengantongi Rp 700 juta.

Katanya mau cerita soal barongsai? Iya nanti, kita masih mau mencicip makanan organik di Burgreens yg didirikan Helga Angelina dan Max Madias. Menurut mereka, bahan organik yg diolah harus berasal dari kebun yg ada di sekitar lokasi pengolahan. “Jadi, bahan baku yg diimpor sebenarnya tak dapat dikatakan organik lagi, walau dari metode pertaniannya tak dgn bahan kimia,” jelas Max

Max menggunakan gandum untuk bahan pembuatan roti burger. Sementara itu, untuk patty yg biasanya dari daging, Max ubah menjadi sayuran organik, seperti bayam, jamur, dan kacang-kacangan.

Max menegaskan, Burgreens memang punya tujuan untuk membuat makanan sehat yg enak. Jadi,  untuk menikmati menu ini, konsumen membayar harga di kisaran Rp 22.000 sampai Rp 80.000 per porsi.

Ngomong-ngomong soal makanan, eh, ada yg membudidayakan salah satu bumbu makanan yaitu kapulaga  (Elletria cardamomun).  Adalah Agus Riyanto asal Kulon Progo, Yogyakarta salah satu penanam kapulaga semenjak 10 tahun lalu. Agus menanam kapulaga di lahan seluas 1.000 meter persegi (m²). Awalnya bibit kapulaga ia peroleh dari Cianjur, Jawa Barat.

Satu rumpun tanaman kapulaga menghasilkan 50 batang yg bijinya siap diambil. Sekali panen, Agus dapat memetik 200 kilogram (kg) buah kapulaga secara bertahap. Kapulaga cukup laku jika kering. Karena itu, buah yg baru dipanen tak dapat dijual langsung, sehingga harus dijemur sampai kering. Dari 200 kg buah basah itu, bila telah kering susut menjadi 70 kg. Di wilayah Yogyakarta, harga kapulaga di kisaran antara Rp 40.000-Rp 45.000 per kg. Dengan harga itu, sekali panen Agus dapat mendapatkan keuntungan sampai Rp 5 juta.

Ayo, cerita soal barongsai? Oke, tapi enaknya sambil tiduran. Sekarang  kita gelar tikar dan kita ambil bantal guling. Eh, tikarnya bermerek Tikar Tenun Almira. Tikar yg dibuat oleh Heryadi, seorang korban PHK. Tapi, PHK malah menjadikannya pengusaha tikar tenun. Heryadi merintis usaha dgn modal kurang dari Rp 100 juta bersama dgn seorang kawannya.  Harga satu tikar ukuran 2 m x 3 m dibanderol Rp 95.000. Dengan  kapasitas produksi sebulan mencapai  250-300 tikar, dgn omzetnya mencapai Rp 30 juta per bulan.

Adapun bantal dan guling yg kita pakai ini adalah bikinan Aziz Setyo Budi yg telah memproduksinya semenjak 2008 di Bekasi, Jawa Barat.  Saban hari, Aziz dibantu tujuh orang karyawan membuat 500 potong bantal dan guling. Dari usaha pembuatan bantal, Aziz dapat mengantongi keuntungan di atas Rp 100 juta. Laba bersihnya cukup menggiurkan karena dapat mencapai 20%.

Oke, sekarang kita cerita soal barongsai. Barongsai dimainkan oleh anak-anak muda untuk mengusir Nian. Barongsai juga biasanya dominan oleh warna merah. Bukan cuma barongsai, bunyi tambur yg dipukul sekeras-kerasnya dalam pertunjukan barongsai juga menakutkan untuk Nian. Karena si Nian nan ganas ini takut oleh suara keras tambur, dibuatlah petasan. Bunyi petasan yg keras membuat  Nian panik dan takut. Ujung-ujungnya si Nian ngacir meninggalkan kampung. Selamatlah kita semua.

Gong xi fa cai. Semoga keberuntungan selalu menyertai kita di tahun Kambing Kayu ini.

 

 

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.