Menghitung laba pangkas rambut pria

Saturday, October 7th 2017. | Peluang Usaha

Saat ini, banyak pria yg memperhatikan penampilannya. Salah satunya adalah gaya rambut. Ini membuat keperluan akan jasa pangkas rambut atau barbershop terus meningkat.

Alhasil usaha barbershop pun semakin menjamur. Bahkan, tak sedikti pengusaha barbershop menawarkan kemitraan usaha. Chandra Subowo termasuk salah seorang pengusaha barbershop yg gencar menawarkan kemitraan. Chandra terjun ke bisnis pada2012 dgn mengusung brand B'mens Barbershop di Tangerang, Banten.

Tak lama berdiri, ia menawarkan kemitraan. Saat ini, ia telah memiliki tujuh gerai. Dari tujuh gerai itu, milik pribadi cukup satu dan sisanya milik mitra usaha. Tempat mitra tersebar di Tangerang dan Jakarta.

Kendati telah membuka kemitraan semenjak 2012, sifatnya masih terbatas di kalangan teman terdekat.Makanya, mayoritas mitra usahanya sekarang ini adalah para sahabatnya.
Chandra berencana memasarkan kemitraan secara terbuka pada Maret 2015 mendatang. Dalam kemitraan ini, ia mematok biaya investasi sebesar Rp 150 juta.

Biaya itu telah termasuk kontrak kerjasama dua tahun, sewa tempat dua tahun dgn ukuran 5 meter (m) x 7 m, dekorasi tempat, alat cukur, TV, Wi-Fi, karyawan, manajemen operasional, sampai manajemen keuangan. “Sistemnya bagi hasil, 80% mitra dan 20% untuk induk usaha,” kata Chandra.

Biaya operasional besar

Dalam kemitraan ini, ia tak menerapkan royalty fee. Namun, jika mitra ingin memperpanjang usaha setelah kontrak habis dikenakan biaya perpanjangan kerjasama untuk dua tahun berikutnya senilai Rp 50 juta–Rp 100 juta, tergantung lokasi usaha.

B'mens Barbershop menyediakan jasa hair cut dgn tarif Rp 20.000. Ia menargetkan, setiap gerai dapat melayani sekitar 60 konsumen per hari. Dengan begitu, mitra dapat mengantongi keuntungan Rp 1,2 juta per hari atau Rp 36 juta per bulan. Menurut Chandra, biaya operasional terbesar adalah buat membayar gaji karyawan.

Minimal satu gerai mempekerjakan empat tukang cukur. Sementara biaya operasional untuk membeli silet, tisu, dan listrik cukup Rp 500.000 per bulan. “Hitungan kami mitra dapat balik modal dalam 12 bulan,” jelasnya.

Kendati barbershop kini banyak pesaingnya, ia optimistis bisnisnya berkembang karena B'mens Barbershop memiliki keunggulan. “Kami selalu update gaya rambut terbaru,” ujarnya.

Pengamat waralaba, Erwin Halim mengatakan, peluang bisnis barbershop masih menjanjikan. Bahkan, trennya cenderung meningkat. “Untuk segmentasi kelas menengah sangat besar peluangnya,” ujar Erwin.

Erwin juga menilai, besaran investasi B'mens Barbershop masih wajar dan terjangkau karena telah termasuk sewa tempat.Namun, kata Erwin, pusat perlu memperhatikan persoalan rekrutmen dan training stylist.        

B'mens Barbershop                                                                                                                                                                                                                          Jln. Pipit Tengah Blok CD No.1 Kotabumi,                                                                                                                                                                                    Tangerang, Banten                                                                                                                                                                                                                           Telp: 088809826924

 

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.