Berkibar mengusung produk fesyen Cotton Ink (1)

Sunday, January 7th 2018. | Peluang Usaha

Memiliki hasrat yg menggebu di dunia fesyen mengantarkan Ria Sarwono menjadi salah satu pembuat produk fesyen yg patut diperhitungkan di dalam negeri. Lewat merek Cotton Ink, bersama dengan rekan bisnisnya, Carline Darjanto, dia sukses merancang dan menyediakan berbagai produk fesyen wanita yg modern dan selalu mengikuti tren pasar.

Wanita ini cukup banyak memiliki pengetahuan fesyen karena sempat menempuh kursus singkat di London College of Fashion di Jakarta. Sementara Carline yg sempat menempuh studi fesyen di jurusan Desain Fashion Lasalle College of Fashion di Jakarta ini sempat juga bekerja di sebuah perusahaan produksi garmen. Dari situ, rekannya ini memiliki pengalaman mumpuni dari segi manajemen serta berbagai hal penting untuk menjalani bisnis di industri fesyen.

Sinergi kekuatan dua wanita muda inilah yg menjadikan brand Cotton Ink dapat cepat berkembang. Ria mulai fokus mengembangkan merek sendiri yg dia dirikan bersama sahabatnya semenjak SMP ini di November 2008. Sejak awal mereka menggenjot pemasaran lewat online, seperti lewat Facebook, Twitter, Instagram, situs cottonink-shop.com dan lainnya.

Alhasil, konsumen Cotton Ink datang dari berbagai wilayah mulai dari Jakarta, Bandung dan Bali. Bahkan, tak jarang mereka mendapatkan pembeli dari Amerika Serikat (AS), Malaysia, Australia dan negara lainnya. Itu sebabnya, saat ini Cotton Ink menjadi salah satu pelaku fesyen e-commerce yg cukup populer dikalangan anak muda, khususnya para kaum hawa.

Ria bercerita, bisnisnya dapat cepat dikenal masyarakat berkat ketepatan momentum dalam memasarkan merek Cotton Ink. Pada tahun 2008 lalu, kabar yg banyak dibicarakan adalah sosok Barack Obama yg sedang mencalonkan diri sebagai presiden AS. Pada saat itu Cotton Ink merilis kaus sablon bergambar wajah Barack Obama. “Kita dulu memasarkan produk cukup melalui Facebook dan selalu terjual habis,” ujar Ria kepada KONTAN.

Berkat respon pembeli yg cukup bagus, wanita berkacamata ini menjadi lebih percaya diri untuk terus mengembangkan bisnisnya. Produk fesyen yg mereka buat lebih mengedepankan rancangan inovatif, seperti menggunakan bahan kain yg dicampur dengan kain tradisional.

Selain itu, mereka juga ciptakan produk syal multigaya dengan nama bahan tubular sebagai produk andalan Cotton Ink. Produk ini menggunakan bahan kaus berbentuk lingkaran yg dapat dikreasikan dengan berbagai teknik penggunaan, sehingga menciptakan lebih dari satu model. Harga jualnya mulai Rp 99.000 sampai Rp 299.000 per unit.

Saat ini total produksi Cotton Ink sekitar 7.000 sampai 8.000  unit per bulan. Mereka menjalin kerjasama dengan tujuh penjahit di Jakarta dan Bandung. Untuk urusan operasional, saat ini, mereka dibantu oleh 30 karyawan.

Tidak heran keuntungan yg diraih mencapai ratusan juta rupiah saban bulan. Sayang, dia enggan mengatakan porsi keuntungan bersih dalam bisnis fesyen ini. “Yang jelas keuntungannya bagus,” katanya.    n

(Bersambung)

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.