Menyasar pasar bantal yang tak pernah tidur

Tuesday, September 29th 2015. | Peluang Usaha

Tahukah Anda bahwa sepertiga hidup manusia umumnya dilewati dalam keadaan tidur? Dus, perlengkapan tidur bukanlah sesuatu yg dapat disepelekan. Misalnya saja bantal yg jadi pendamping paling lama ketika seseorang tidur. Memilih bantal yg tepat konon menjamin kualitas tidur yg baik pula. Bahkan, kualitas hidup dan pekerjaan juga dipengaruhi oleh cara seseorang tidur.

Tak heran jika banyak orang sangat memerhatikan keperluan bantal di tempat tidur mereka. Inilah yg memunculkan peluang usaha untuk membuat bantal. Di pasar saat ini ada banyak jenis bantal. Ia dapat dibedakan berdasarkan bahan pengisi serta kain pembungkus-nya. Ambil contoh kapas, dakron, silikon, sampai bulu angsa. Tentunya, semakin nyaman sebuah bantal, harga yg dipatok pun semakin mahal.

Adalah Aziz Setyo Budi yg telah memproduksi bantal dan guling semenjak 2008 di Bekasi, Jawa Barat. Awalnya, ia cukup memproduksi bantal dan guling dari bahan kapas. Menurut dia, bantal tersebut cukup murah sehingga pasar yg dituju biasanya kelas ekonomi bawah.

Lantas, pada 2009, untuk melengkapi produk, ia juga membuat bantal dan guling dari bahan silikon. Kebetulan, saat itu, tren penggunaan bantal dari silikon mulai berkembang di tengah masyarakat. “Bantal dan guling silikon biasanya untuk pasar kelas menengah ke atas,” ujar pemilik usaha berbendera Prima Mulya ini.

Ia sadar bahwa selain silikon, ada bahan baku lain yg dapat digunakan, yakni dakron. Namun, dari pengalaman Aziz, bahan silikon lebih bagus dari dakron. Selain lebih lembut, bantal silikon juga lebih tahan lama dibandingkan dengan bantal yg memiliki bahan dakron.

Sampai saat ini, Aziz memproduksi bantal dari kapas dan silikon. “Separuh hasil produksi untuk bantal kapas dan separuh lagi bantal silikon,” katanya. Harga jual bantal yg ia produksi berkisar Rp 20.000–Rp 25.000 per unit. Sementara, bantal silikon banderol harganya berkisar Rp 40.000–Rp 75.000 per unit.

Kebanyakan pelanggan Aziz memesan bantal. Namun, ia juga menjual guling dengan selisih harga Rp 4.000–Rp 5.000 per potong lebih murah daripada harga bantal.

Saban hari, Aziz dibantu tujuh orang karyawan membuat 500 potong bantal dan guling. Dari usaha pembuatan bantal, Aziz dapat mengantongi keuntungan di atas Rp 100 juta. Laba bersihnya cukup menggiurkan karena dapat mencapai 20%.

Pemain lain dalam usaha ini ialah Bambang Munar di Pasuruan, Jawa Timur. Bambang terjun ke usaha ini karena menilai keperluan masyarakat akan bantal dan guling tak pernah surut. Bambang merintis usaha pembuatan bantal dan guling dari silikon bersama
istrinya semenjak 2012.

Kini, dalam sebulan Bambang dapat menjual 2.000 potong bantal dan guling. Adapun harga bantal buatan Bambang berkisar Rp 35.000–Rp 65.000 per unit. Menurut hitung-hitungan KONTAN, pria berusia 37 tahun ini dapat meraup keuntungan sekitar Rp 70 juta–Rp 100 juta per bulan. Sementara margin labanya sekitar 15% dari keuntungan.

Bambang bilang, ia cukup melayani pembelian grosir. Dus, ia mematok minimal pembelian untuk wilayah Jawa sebanyak 4 lusin. Sedang pembelian dari luar Jawa sebanyak 10 lusin. Sebagian besar pembeli bantal buatan Bambang merupakan penjual ritel atau reseller. “Saya juga punya saudara yg rutin mengorder untuk dijual di tokonya di Surabaya,” ujar dia.

Aziz menuturkan, peluang usaha pembuatan bantal sangat cerah. Kendati bukan keperluan utama, bantal dan guling dibutuhkan orang agar dapat tidur dengan nyaman. Pasar produk ini tak cuma customer baru, tapi juga pembelian berulang.

Lantaran cukup dapat digunakan dengan nyaman selama satu tahun sampai dua tahun, customer pasti kembali memesan. “Bantal masuk dalam keperluan sekunder. Tapi siklusnya akan terus berganti sehingga celah dalam usaha ini akan selalu ada,” tandas Aziz.

Pria berusia 40 tahun ini bilang ia tak cukup mengandalkan penjualan ritel atau eceran. Aziz juga menerima order dari korporasi atau organisasi yg butuh bantal dalam jumlah besar. “Proyek ini juga jadi peluang untuk yg tertarik usaha pembuatan bantal,” ucap dia.

Adapun pemain dalam bisnis ini juga semakin banyak, dari home industry sampai pabrikan yg besar. Di sisi lain, populasi penduduk yg besar mendukung pertumbuhan usaha ini. Aziz bilang, dari tahun ke tahun, permintaan selalu meningkat, setidaknya 10%.

Bertambahnya pemain dalam usaha ini tak melunturkan semangat Aziz. Pasalnya, ia melihat banyak juga pemain yg berguguran. “Penyebabnya, menurut saya, salah perhitungan bisnis. Ada pemain baru yg menjual bantal dengan harga murah, tapi usahanya mati sendiri,” tandas dia.

Yang perlu diingat mereka yg tertarik bisnis ini, pembeli bantal dan guling cenderung mengabaikan merek. Aziz bilang, customer mengutamakan bantal dan guling dengan kualitas yg bagus dengan harga terjangkau. Biasanya, kalau telah menggunakan bantal yg sesuai keperluan, pembelian berulang akan terjadi.

Aziz mengatakan, agar dapat bertahan dalam usaha ini, yg harus diperhatikan dari sisi produksi adalah menjaga kualitas bantal. Selain itu, pembuat harus dapat memenuhi keperluan pembeli. “Jangan mengecewakan pembeli, terutama dari kualitas produk,” tutur dia.

Untuk pemasaran, Aziz mengandalkan sistem penjualan putus melalui toko perlengkapan tidur. Biasanya, toko mengambil margin keuntungan sampai 20%. Sekarang, ia menjual produk-produknya ke berbagai toko di Jabodetabek, Surabaya, Palembang, dan Pontianak.

Investasi mesin

Anda tertarik menjajal usaha pembuatan bantal dan guling? Meski telah mengandalkan mesin, tapi usaha ini masih membutuhkan tenaga manusia dalam kegiatan produksi. Jadi, modal awal untuk usaha digunakan untuk membeli mesin dan perlengkapan serta membayar gaji pegawai.

Aziz mengatakan, proses pembuatan bantal dan guling tak terlalu rumit. Mesin yg digunakan pun tak terlalu banyak, yaitu mesin blower, mesin jahit, welding, dan mesin vakum. Semua mesin ini dapat dibeli di dalam negeri atau dirakit di bengkel teknik.

Awalnya bahan baku dimasukkan ke dalam mesin blower agar mengurai. Pasalnya, ketika dibeli, serat silikon dikemas dalam model menggumpal atau padat. Mesin akan membuat silikon mekar kembali. Proses pemekaran silikon cukup cepat. Untuk satu unit bantal, proses pemekaran selama 15 menit.

Selanjutnya, silikon dimasukkan ke dalam kain katun yg telah dijahit di salah satu bagiannya. Lantas, kain dijahit untuk menutup semua bagian sehingga silikon terkumpul di dalam. “Kalau telah selesai, bantal dikemas dengan plastik menggunakan mesin vakum agar tahan lama,” kata Aziz.

Dibantu delapan orang pegawai, Bambang memproduksi bantal dan guling silikon dari pagi sampai sore hari. Pengiriman produk dilakukan cukup dua kali per minggu untuk menghemat waktu. Bambang mengumpulkan orderan sebulan sebelum memutar roda produksi.

Namun, ia selalu membuat stok 10% dari total produksi untuk jaga-jaga. Kalau stok tak habis, Bambang tak ragu menjual secara eceran ke pembeli di sekitar rumahnya.

Investasi terbesar dari usaha ini jatuh pada pembelian mesin. Menurut Aziz, jika seseorang mau merintis usaha ini dengan skala kecil, maka modal untuk membeli mesin dan perlengkapan setidaknya Rp 30 juta. Selain mesin, modal dibutuhkan untuk menyewa atau membeli tempat usaha dan bahan baku awal. Dus, modal awal untuk bisnis ini dapat mencapai Rp 100 juta.

Usaha pembuatan bantal juga membutuhkan gudang untuk menyimpan berbagai bahan baku, barang jadi yg hendak dikirim, serta stok produk. Lantaran produk ini rentan terhadap suhu udara lembap atau basah, maka suhu di gedung harus diatur supaya kualitas barang yg disimpan terjaga.

Bahan baku yg diperlukan untuk bantal dan guling adalah silikon yg dibeli dalam model fiber atau serat; serta kain katun, yg diperlukan sebagai bahan pembungkus bantal.

Satu bantal jadi dapat dirancang berukuran 48 cm x 68 cm dan 50 cm x 70 cm. Tiap bantal dalam dua ukuran itu membutuhkan satu kilogram silikon. Sementara panjang kain katun untuk membungkus satu unit bantal berkisar 70 cm–80 cm.

Bahan kain juga sangat memengaruhi kualitas bantal. Apabila kain tak nyaman mengenai kulit, maka bantal juga tak nyaman digunakan. Katun yg banyak digunakan sebagai bahan baju layak menjadi pilihan karena banyak manusia merasa nyaman menyentuh kain itu.

Namun, ada juga yg menggunakan poliester sebagai bahan pembungkus. Hanya yg perlu diingat, banyak orang yg mengalami iritasi kulit saat menyentuh poliester. “Saya tak pernah pakai bahan itu karena pasti menjatuhkan kualitas bantal,” ungkap Aziz.

Bambang menambahkan, ia tak menemui kendala berarti dalam usaha pembuatan bantal. Dari segi produksi, kata dia, kesulitan yg kerap dijumpai adalah sumber daya manusia yg tak kompeten. Namun, jika terus dilatih, menurut dia, pegawai pasti terbiasa membuat bantal. “Pemasaran yg paling sulit karena persaingan sangat ketat,” ucap dia.

Aziz menambahkan, kurs dollar AS juga perlu dicermati. Pasalnya, silikon kualitas bagus, yg tak gampang kempes ketika ditekan, masih diimpor. Harganya dengan kurs terkini sekitar Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per kg.

 

Teman tidur yg semakin beragam

Padatnya aktivitas menjadikan alasan banyak manusia modern mendambakan tidur yg berkualitas. Beberapa orang mungkin merasa nyaman jika tidur tanpa menggunakan bantal. Namun, mayoritas orang terbiasa tidur dengan menggunakan bantal. Kebiasaan banyak orang itu menjadikan keperluan terhadap bantal tak pernah surut.

Pilihan bantal sebagai teman tidur sangat beragam. Tren terakhir, silikon menjadi bahan baku untuk pembuatan bantal. Menurut Aziz Setyo Budi, pembuat bantal dan guling Prima Mulya, kini masyarakat cenderung beralih dari menggunakan bantal dakron ke bantal silikon. Alasannya, dengan kualitas lebih bagus, selisih harga antara kedua jenis bantal ini cukup jauh, dapat mencapai Rp 10.000–Rp 20.000 per unit.

Aziz juga mengingatkan, saat ini banyak pembuat yg mengatakan bahwa produknya merupakan bantal berbahan silikon, padahal bahan baku yg digunakan sebagai isian bukanlah silikon murni. Artinya, bantal diisi dengan bahan silikon dan bahan tambahan lain, baik kapas atau dakron.

Secara kasat mata, sebenarnya tak ada perbedaan fisik antara bantal silikon murni dengan campuran. Apalagi alas kepala ini dibungkus dengan kain sehingga pembeli tak dapat melihat isinya. Namun, jika ditekan, biasanya kita dapat merasakan isian bantal yg berbeda-beda. “Kalau harganya lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran, dapat dicurigai bantal bukan dari silikon murni,” cetus Aziz.

Bambang Munar, pembuat bantal dari Pasuruan, menambahkan, silikon merupakan pengganti yg pas untuk kapas dan kapuk, sebagai bahan isian bantal. Lantaran terbuat dari serat plastik yg sangat halus, silikon unggul dalam kenyamanan serta tak menyerap air. Kata Bambang, bantal berkualitas bagus terbuat dari lembaran silikon yg dilipat, bukan gumpalan.

Ia berharap dapat menambah produk premium dengan membuat bantal dan guling dari bulu angsa. Menurut Bambang, pasar untuk produk ini memang sempit, tapi ada peluang karena tak banyak pemain yg melirik produk bantal dari bulu angsa ini. “Harganya jauh lebih mahal, padahal proses pembuatan tak jauh berbeda,” cetus dia. Bambang sedang menghitung-hitung peruntungan dari produk ini, sebelum memulai produksi bantal bulu angsa di tahun depan.                      

 

Search terms:

cara membuat tas selempang dari kain perca, cara membuat tas selempang dari kain bekas, cara membuat guling tidur, cara membuat tas tanpa mesin jahit, cara membuat tas dari kain ulos, harga mesin kapas dacron, mesin blower pengisi kapas silikon,

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.