Pindah rumah tak harus bikin kantong terbelah

Tuesday, September 29th 2015. | Personal Finance

Rasanya hampir semua orang pasti pernah mengalami yg namanya pindah rumah. Bahkan, mungkin, banyak di antara Anda yg pernah pindah rumah sampai berbelas kali.
Pindah rumah bukanlah perkara sepele. Kebanyakan orang menganggap pindah rumah merepotkan, bahkan membuat stres. Apalagi, kalau orang tersebut memiliki banyak barang yg harus dibawa ke rumah baru.

Selain itu, pindah rumah bukanlah pekerjaan yg murah. Orang yg pindah rumah kerap mengeluarkan berbagai macam biaya. Biaya yg harus dikeluarkan pun dapat jadi nilainya tak sedikit. Karena itu, bila Anda punya niat pindah rumah, ada baiknya Anda telah menyusun rencana semenjak jauh-jauh hari. Bila tak direncanakan secara matang, rencana Anda pindah ke rumah baru justru dapat mengganggu perencanaan keuangan keluarga Anda.

Dengan menyusun rencana kepindahan semenjak jauh-jauh hari, Anda dapat memperhitungkan keperluan-keperluan yg memerlukan biaya serta berhemat untuk keperluan-keperluan lain. Jadi, Anda dapat mengatur dengan leluasa agar biaya yg harus dikeluarkan tak sampai membengkak. “Saat Anda menentukan kapan harus pindah, saat itu Anda juga telah harus mulai hitung biaya juga,” cetus Farah Dini, perencana keuangan dari Zeus Consulting.

Perencana keuangan memang menyatakan seseorang tak perlu harus membuat perencanaan keuangan khusus untuk mendanai kepindahan ke rumah baru. Maklumlah, pindah rumah ini merupakan kegiatan yg pengeluaran biayanya cukup sekali. Berbeda dengan biaya pendidikan anak yg merupakan pengeluaran berulang.

Biaya pindahan
Yang perlu diingat juga, biaya yg bakal dikeluarkan saat seseorang pindah rumah bukan sekadar biaya saat pengangkutan barang dan biaya lain-lain di hari pindahan. Ada biaya-biaya lain yg dapat jadi perlu dikeluarkan oleh orang saat pindah rumah.

Misalnya saja, biaya untuk merenovasi rumah baru. Hal ini mungkin terjadi bila orang yg pindah tersebut akan pindah ke rumah kontrakan atau pindah ke rumah seken yg dibelinya. Bahkan, pindah ke rumah baru dari pengembang pun terkadang masih perlu renovasi.

Selain itu, orang yg pindah rumah ke tempat baru juga bakal harus mengurus administrasi kependudukan, seperti misalnya kartu keluarga (KK) baru dan kartu tanda penduduk (KTP) baru. Tentu saja, akan ada biaya untuk pengurusan administrasi tersebut.

Jadi, Anda yg berencana pindah sebaiknya telah punya persiapan soal pendanaan supaya keuangan keluarga juga tak terganggu. “Misal butuh Rp 9 juta untuk pindahan itu lumayan juga, lo, dapat jadi satu set tempat tidur,” kata Tejasari, perencana keuangan dari Tatadana Consulting.

Lalu, bagaimana caranya menyiapkan perpindahan rumah dengan ekonomis tanpa harus mengganggu perencanaan keuangan keluarga?
Cek kondisi rumah yg baru
Pastikan rumah baru yg Anda tuju siap untuk ditinggali, terutama bila Anda akan tinggal di rumah kontrak atau rumah seken. Bisa jadi Anda masih harus melakukan renovasi bila ada kerusakan di rumah itu.Anda terutama mungkin perlu mengganti kunci dan gerendel pintu di rumah tersebut demi alasan keamanan.

Untuk rumah kontrak, kadang biaya renovasi dapat ditanggung bersama dengan pemilik rumah. Namun, dalam hal rumah seken, biaya renovasi rumah tentu harus ditanggung sendiri oleh orang tersebut. Karena itu, Anda sebaiknya menyiapkan anggaran untuk renovasi.

Buat rencana yg matang
Idealnya, Anda menyusun rencana pindahan jauh-jauh hari. Tentu saja, ini dengan anggapan Anda pindah rumah bukan sebab faktor yg membuat Anda harus pindah mendadak, seperti bencana.
Persiapkan waktu yg cukup sehingga Anda tak perlu pindah rumah dengan tergesa-gesa. Selain dapat menyiapkan kepindahan dengan tenang, Anda juga punya waktu membuat perhitungan biaya yg perlu dikeluarkan untuk pindah rumah.

Perencana keuangan menyebut, orang yg ingin pindah rumah sebaiknya telah dapat memastikan rencana kepindahan rumahnya semenjak enam bulan sebelum kepindahan. “Kalau punya waktu enam bulan, kan, jadi lebih rasional,” ujar Teja, panggilan akrab Tejasari.

Buat jadwal kapan Anda akan melakukan seleksi barang yg akan dibawa, kapan mulai mengemas barang, sampai kapan pindah. Tentu saja, ini dengan anggapan rumah baru tujuan Anda telah siap dihuni.

Bila Anda masih memiliki waktu cukup panjang sebelum pindah ke tempat baru, Anda juga dapat menyisihkan anggaran semenjak awal. Tentu saja, target jumlah dananya adalah sebesar biaya kepindahan yg harus dikeluarkan nantinya.

Karena itu, Anda telah harus punya perhitungan biaya-biaya apa saja yg kira-kira bakal Anda keluarkan. Misalnya, biaya pengangkutan barang dari rumah lama ke rumah baru.
Kalau mau murah, Anda cukup mencari orang untuk membantu mengangkut barang serta menyewa mobil untuk pindahan. Anda juga dapat menyewa jasa pindahan. Tentu, Anda harus membayar lebih mahal.

Nah, bila Anda memilih menggunakan jasa pindahan, sebaiknya Anda mencari tahu berapa besar biaya pindahan yg kira-kira bakal Anda keluarkan. Umumnya, jasa layanan pindahan mengenakan biaya berdasarkan hitungan luas per meter kubik (m3) barang yg akan dipindahkan.

Perusahaan jasa layanan pindahan mengenakan biaya yg berbeda. Di Jakarta, rata-rata perusahaan jasa pindahan mengenakan tarif sekitar Rp 150.000–Rp 250.000 per m3. Selain itu, perusahaan jasa pindahan akan mematok minimal volume pengangkutan, yakni sebesar 10 m3.

Anda dapat menanyakan langsung kisaran biaya yg perlu Anda keluarkan bila memakai jasa perusahaan layanan pindahan. Bila Anda positif menggunakan jasa perusahaan layanan pindahan, biasanya akan ada petugas dari perusahaan jasa pindahan yg melakukan survei pengukurang dan penghitungan barang yg akan dipindahkan. Perusahaan jasa pindahan tak memungut biaya untuk survei ini.

Perencana keuangan Finansia Consulting Eko Endarto bilang, Anda dapat memutuskan apakah sebaiknya menggunakan jasa pindahan atau tak dengan melihat nilai dari barang milik Anda. “Kalau memiliki barang-barang yg mahal dan value-nya tinggi, sebaiknya menggunakan jasa pindahan,” cetus Eko.

Nah, bagaimana menyisihkan dananya? Perencana keuangan menyarankan anggaran untuk pindahan sebaiknya disisihkan dari pendapatan bulanan, tanpa mengurangi jatah untuk pengeluaran keperluan pokok, pembayaran utang, investasi, dan tabungan. “Kan, ada alokasi 30% pendapatan untuk pengeluaran lain-lain, jadi disesuaikan sama pengeluaran kita dari situ,” terang Farah.

Anda dapat menyisihkan pengeluaran untuk biaya-biaya keperluan tersier untuk dialokasikan sementara sebagai biaya untuk pindahan. Misalnya, biaya untuk jalan-jalan sementara Anda alokasikan untuk persiapan pindahan.

Cara lain, Anda juga dapat menyisihkan dari pendapatan non-rutin, seperti bonus atau tunjangan hari raya. Yang pasti, perencana keuangan menegaskan, sebisa mungkin jangan mengambil jatah anggaran darurat bila Anda punya waktu mempersiapkan pindahan.

Bila anggaran masih kurang, Anda dapat mencari pinjaman dari keluarga atau teman. Cuma sebaiknya ini juga dihindari sehingga Anda tak perlu terlilit utang yg dapat mengganggu rencana keuangan keluarga.

Tapi, bagaimana kalau ternyata harus pindah mendadak? “Kalau terpaksa pindah mendadak, dapat menggunakan anggaran darurat karena anggaran darurat ini memang gunanya untuk hal-hal seperti itu,” sebut Eko.
 

Alokasikan anggaran lain-lain
Anda juga harus siap dengan pengeluaran dadakan saat pindahan. Misalnya, bila Anda menggunakan jasa pindahan, biasanya perusahaan layanan pindahan akan mengenakan biaya tambahan apabila kondisi medan di lokasi rumah lama atau rumah baru menyulitkan proses pindahan.

Contohnya, bila akses ke rumah baru tak dapat dilewati truk sementara barang Anda diangkut menggunakan truk. Perusahaan pindahan akan menggunakan dua kendaraan untuk mengangkut barang Anda. Penggantian kendaraan angkutan ini akan dikenakan biaya tambahan.

Karena itu, sebaiknya Anda juga menyisihkan anggaran untuk keperluan lain-lain saat pindahan. Jumlah anggaran lain-lain ini tak perlu terlalu besar. “Bisa dicadangkan mungkin sekitar Rp 1 juta sampai Rp 3 juta, dikira-kira saja,” kata Farah.

Bila anggaran yg tersedia sampai saat pindahan tak mencukupi untuk anggaran lain-lain ini, Anda dapat memanfaatkan anggaran darurat. Cuma, jangan lupa, bila Anda mengambil alokasi anggaran darurat, anggaran tersebut harus dikembalikan lagi.

Bawa barang yg benar-benar penting
Pastikan barang-barang yg akan Anda bawa pindah adalah barang-barang yg memang Anda butuhkan di tempat baru. Pisahkan barang yg bakal Anda butuhkan dan barang yg tak perlu Anda bawa.

Pertimbangkan barang-barang yg Anda butuhkan ini sesuai dengan tujuan rumah baru Anda, apakah itu rumah sendiri atau rumah kontrak. “Persiapan pindah ke rumah sendiri tentu berbeda dengan persiapan pindah ke rumah kontrakan,” kata Eko.

Bila Anda akan pindah ke rumah baru yg merupakan rumah Anda sendiri dan Anda kemungkinan akan tinggal di rumah tersebut, Anda dapat membawa barang lebih banyak. Pilihlah barang yg dapat membantu Anda tinggal dengan lebih nyaman di rumah baru. Sementara, barang-barang yg tak terlalu penting dan dapat diganti kembali tak perlu dibawa.

Kalau Anda pindah ke rumah kontrak, sebaiknya Anda tak membawa barang terlalu banyak. Asumsinya, suatu saat Anda akan pindah lagi dari rumah kontrak tersebut.
Dengan menyisihkan barang-barang yg tak perlu dibawa, Anda juga dapat mengurangi biaya pindahan yg harus dikeluarkan. Apalagi, bila Anda memilih menggunakan jasa perusahaan pindahan.

Bila dirasa bakal dibutuhkan lagi suatu saat, barang-barang yg tak dibawa dapat dititipkan di rumah kerabat. Atau, Anda juga dapat meloakkan barang-barang yg tak lagi Anda butuhkan dan masih dalam keadaan bagus. Dana hasil jualan ini dapat digunakan untuk menambah anggaran pindahan.

Dengan demikian, Anda dapat tinggal dengan tenang di rumah baru.

Search terms:

franchise puyo, cara membeli franchise richesse,

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.