Tahun ini, MTF incar pembiayaan tembus Rp 20 T

Tuesday, November 28th 2017. | Keuangan

JAKARTA. Mandiri Tunas Finance (MTF) sepertinya emoh tertular virus perlambatan pertumbuhan penjualan otomotif nasional. Buktinya, di tengah lesunya penjualan otomotif, perseroan optimistis mematok pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebanyak 35%, yakni dari Rp 14,77 triliun pada akhir tahun lalu menjadi Rp 20 triliun hingga akhir tahun nanti.

Target pembiayaan yang dipatok anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Tunas Ridean Tbk ini jauh di atas target penjualan otomotif nasional yang diperkirakan Gaikindo berkisar 2% – 5% di sepanjang tahun ini. Target tersebut bukan isapan jempol, mengingat rencana bisnis yang bakal dilakukan perseroan di sepanjang tahun ini.

Pertama, memperluas jaringan kantor pemasaran. Perseroan berniat membuka 32 kantor satelit dan enam kantor cabang. Kantor satelit yang dimaksud adalah penempatan perwakilan MTF di kantor-kantor cabang Bank Mandiri. Induk usahanya ini memiliki lebih dari 2.200 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adapun, enam kantor cabang yang akan dibuka MTF, antara lain di Sulawesi, Kalimantan, serta Nusa Tenggara Timur. Kantor cabang baru itu akan menambah panjang daftar kantor cabang perseroan yang saat ini mencapai 88 kantor cabang di 27 provinsi.

“Kedua, kami akan lebih serius menggarap captive market dari Bank Mandiri. Selama ini, baru 10% dari total nasabah aktif kami yang sebanyak 260.000 berasal dari nasabah Bank Mandiri. Sisanya, merupakan nasabah di luar Bank Mandiri. Ke depan, kami ingin raih 20% nasabah baru dari Bank Mandiri,” ujar Ignatius Susatyo Wijoyo, Direktur Utama MTF, Senin (16/2).

Asal tahu saja, MTF merangkul sebanyak 11.000 – 13.000 nasabah baru setiap bulan dengan nilai pembiayaan paling sedikit Rp 450 miliar. Diharapkan, nasabah Bank Mandiri yang memanfaatkan pembiayaan di MTF terus bertambah.

Ketiga, sambung Ignatius, pihaknya akan lebih mendekatkan diri dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mobil-mobil yang sedang naik daun. Misalnya, Honda dan Suzuki. Penjualan mobil dari merek-merek ini meningkat di tengah lesunya penjualan otomotif nasional. Di samping alasan, merek-merek ini terus mengeluarkan produk baru.

Faktor lain yang akan menopang target pertumbuhan penyaluran pembiayaan tahun ini, yakni dukungan pendanaan penuh dari Bank Mandiri selaku induk usaha MTF. Dukungan tersebut tercermin lewat skema pembiayaan bersama alias join financing. Sekitar 70% dari pembiayaan perseroan merupakan hasil join financing dengan Bank Mandiri.

“MTF juga akan memberikan pricing yang kompetitif lewat program kredit pemilikan mobil di Bank Mandiri, serta program lain seperti tenor pembiayaan mobil dari 36 bulan menjadi 48 bulan. Jadi, target pembiayaan sebesar  Rp 20 triliun di tahun ini bukan tidak mungkin. Kami yakin, optimistis, peluang itu ada. Tinggal digali saja,” imbuh Ignatius.

Sekadar informasi saja, tahun lalu, MTF membukukan penyaluran pembiayaan Rp 14,77 triliun atau bertumbuh 27,48% jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang berkisar Rp 11,59 triliun. Adapun, laba yang dikantongi MTF mencapai Rp 233,98 miliar atau meningkat 32,71% ketimbang tahun sebelumnya, yakni Rp 176,31 miliar.

 

Artikel Lainnya:

tags: , , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.